FISIP UNY Gelar Guest Lecture Bersama Prof. Hanafi Hussin dari University of Malaya

Dalam rangka memperkuat wawasan global mahasiswa, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menyelenggarakan kegiatan guest lecture pada Rabu, 29 April 2026 di Aula Lantai 4 Gedung IsDB. Kegiatan ini menghadirkan akademisi internasional, Prof. Dr. Hanafi Hussin dari University of Malaya, sebagai pembicara utama. Mengusung tema “Indonesia-Malaysia Cultural Relations: Navigating Opportunities and Challenges in the Contemporary Era”, kuliah umum ini diikuti sekitar 150 mahasiswa dari berbagai jenjang, mulai dari S1, S2, hingga S3.

Kegiatan yang dimoderatori oleh Nanang Setiawan ini membahas secara mendalam dinamika hubungan kultural antara Indonesia dan Malaysia. Dalam paparannya, Prof. Hanafi menyoroti bahwa relasi kedua negara tidak hanya dibangun atas dasar kedekatan geografis, tetapi juga ditopang oleh kesamaan sejarah, bahasa, serta tradisi budaya yang telah terjalin sejak lama.

Ia menjelaskan bahwa kedekatan tersebut di satu sisi menjadi peluang besar untuk memperkuat kerja sama regional, namun di sisi lain juga dapat memunculkan tantangan, terutama terkait isu identitas budaya, klaim warisan budaya, serta dinamika sosial akibat arus globalisasi. “Memahami dinamika Indonesia–Malaysia memerlukan perspektif yang jernih agar peluang kerja sama dapat dimaksimalkan di tengah tantangan global yang semakin kompleks,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Prof. Hanafi juga menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga hubungan harmonis kedua negara melalui pendekatan budaya dan diplomasi. Menurutnya, mahasiswa sebagai bagian dari masyarakat akademik memiliki posisi strategis dalam membangun pemahaman lintas budaya yang inklusif dan konstruktif.

Sejumlah isu strategis turut menjadi fokus pembahasan, di antaranya akar sejarah dan budaya sebagai fondasi hubungan bilateral, dinamika identitas di era globalisasi, serta peran migrasi dan diplomasi dalam membentuk persepsi publik dan arah kerja sama Indonesia–Malaysia di masa depan.

Antusiasme peserta semakin terlihat saat sesi tanya jawab dibuka. Mahasiswa dari berbagai program studi aktif mengajukan pertanyaan kritis, mulai dari isu warisan budaya, fenomena migrasi tenaga kerja, hingga tantangan diplomasi digital di era modern. Diskusi yang berlangsung menunjukkan tingginya minat mahasiswa terhadap isu-isu hubungan internasional, khususnya di kawasan Asia Tenggara.

Kegiatan ini ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol penguatan jejaring akademik antara UNY dan University of Malaya. Momentum ini diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi pengembangan kerja sama yang lebih luas, baik dalam bidang pendidikan, penelitian, maupun pertukaran akademik di masa mendatang.

Melalui penyelenggaraan guest lecture ini, FISIP UNY berharap mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis, tetapi juga mampu melihat secara kritis dinamika hubungan antarnegara dalam konteks global. Dengan demikian, mahasiswa diharapkan dapat berkontribusi sebagai generasi yang adaptif, terbuka, dan berwawasan internasional, khususnya dalam memahami relasi Indonesia–Malaysia dalam bingkai budaya dan sejarah.