Dr. Nadziroh Raih Predikat Cumlaude, Kembangkan Model Pendidikan Demokrasi untuk Perkuat Keterampilan Siswa Sekolah Dasar

Penguatan keterampilan berpikir kritis dan kolaborasi sejak sekolah dasar menjadi fokus penelitian Dr. Nadziroh, S.Pd., M.Pd., yang meraih gelar doktor dengan predikat cumlaude melalui disertasi tentang pengembangan Model Pendidikan Demokrasi Berbasis Masalah (PDBM).

Nadziroh merupakan doktor ke-6 dari Program Studi Pendidikan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Disertasinya berjudul “Pengembangan Model Pendidikan Demokrasi Berbasis Masalah untuk Peningkatan Keterampilan Berpikir Kritis dan Kolaborasi Siswa pada Pembelajaran Pendidikan Pancasila Sekolah Dasar di Yogyakarta”.

Penelitian ini berangkat dari pentingnya pembelajaran Pendidikan Pancasila yang tidak hanya menekankan pemahaman materi, tetapi juga memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, bekerja sama, menyampaikan pendapat, dan menghargai perbedaan.

Melalui penelitiannya, Dr. Nadziroh mengembangkan Model Pendidikan Demokrasi Berbasis Masalah (PDBM), yaitu model pembelajaran yang mengintegrasikan pemecahan masalah kontekstual, diskusi demokratis, pertukaran pendapat, pengambilan keputusan, dan refleksi.

Model ini dirancang untuk mendukung pengembangan keterampilan berpikir kritis yang meliputi interpretasi, analisis, evaluasi, inferensi, dan eksplanasi. Selain itu, PDBM menekankan keterampilan kolaborasi melalui kerja sama, tanggung jawab bersama, dan penghargaan terhadap perbedaan pendapat.

Melalui pendekatan tersebut, pembelajaran Pendidikan Pancasila dapat menjadi ruang bagi siswa untuk terlibat aktif dalam membahas persoalan, mempertimbangkan berbagai sudut pandang, serta belajar mengambil keputusan secara bersama-sama. Dengan demikian, nilai-nilai demokrasi tidak hanya dipelajari sebagai konsep, tetapi juga diperkenalkan melalui proses pembelajaran.

Mendorong Pembelajaran yang Partisipatif dan Kolaboratif

Pengembangan Model PDBM menawarkan alternatif bagi guru dalam menciptakan pengalaman belajar yang lebih kontekstual dan partisipatif. Penerapannya dapat diarahkan untuk mendukung pembelajaran yang memberi ruang bagi siswa untuk mengemukakan gagasan, berdiskusi, memecahkan masalah, dan membangun tanggung jawab bersama.

Model ini juga berpotensi mendukung penguatan budaya belajar yang demokratis di sekolah dasar. Melalui kegiatan pembelajaran yang melibatkan pertukaran pendapat dan penghargaan terhadap perbedaan, siswa dapat memperoleh pengalaman untuk mempraktikkan sikap demokratis dalam lingkungan pendidikan.

Pengembangan lebih lanjut dapat dilakukan untuk menguji penerapan model pada jenjang pendidikan, mata pelajaran, dan konteks pembelajaran yang berbeda. Upaya tersebut penting agar pemanfaatan Model Pendidikan Demokrasi Berbasis Masalah dapat terus disempurnakan sesuai kebutuhan pembelajaran.

Pencapaian Dr. Nadziroh dengan predikat cumlaude menjadi bagian dari kontribusi akademik dalam pengembangan Pendidikan Pancasila, khususnya melalui inovasi pembelajaran yang berorientasi pada penguatan keterampilan berpikir kritis, kolaborasi, dan pendidikan demokrasi sejak sekolah dasar.