UNY Selenggarakan Workshop Remanage Pariwisata Lokal “Tur de Ngalas” sebagai Upaya Penguatan Ekowisata Berkelanjutan di Desa Petir

Gunungkidul, Oktober 2025 — Tim dosen dan mahasiswa dari Universitas Negeri Yogyakarta menyelenggarakan rangkaian Workshop Remanage Pariwisata Lokal: Tur de Ngalas di Dusun Siyono, Kalurahan Petir, Kapanewon Rongkop, Kabupaten Gunungkidul. Program ini merupakan bagian dari Program Teknologi Bersama Masyarakat (TERA KEMDIKTISAINTEK) untuk membangun autonomi desa yang bertujuan mengembangkan model pariwisata edukatif berbasis konservasi dan pemberdayaan masyarakat.


Kegiatan workshop dilaksanakan dalam dua tahapan utama, yaitu penataan paket wisata dan penyusunan materi promosi pada 12 Oktober 2025, serta penyusunan Booklet Buku Panduan Tur de Ngalas pada 18–19 Oktober 2025. Seluruh kegiatan melibatkan Komunitas Laboratorium Sedusun, perangkat desa, pengelola wisata lokal, pemuda, karang taruna, dan unsur akademisi dari UNY.
Pada tahap pertama, tim UNY memfasilitasi masyarakat dalam melakukan evaluasi dan penataan ulang paket wisata Tur de Ngalas yang selama ini menjadi rute ekowisata unggulan desa. Peserta melakukan pemetaan rute, identifikasi titik edukasi karst, penataan ulang alur kunjungan, serta penguatan narasi wisata berbasis geologi, budaya, dan konservasi.
Salah satu keluaran penting dari kegiatan ini adalah penyusunan Leaflet Promosi Tur de Ngalas, yang memuat informasi lengkap mengenai rute wisata, atraksi utama, estimasi waktu perjalanan, tips keselamatan, serta pesan konservasi yang menjadi ciri khas kegiatan edukasi karst. Leaflet ini diharapkan memperkuat daya tarik wisata dan memudahkan pengunjung dalam memahami karakter unik kawasan karst Petir.
Tahap kedua dilaksanakan secara intensif selama dua hari, berfokus pada penyusunan Booklet Buku Panduan Tur de Ngalas. Dokumen ini dirancang sebagai pedoman operasional bagi peserta Tur De Ngalas serta bagi pemandu wisata desa sebagai materi edukasi.


Booklet yang disusun mencakup: Profil geologi karst, jenis mongso (musim) beserta aktivitas masyarakatnya, tur setiap mongso, deskripsi lengkap titik-titik edukasi di sepanjang rute Tur de Ngalas, panganan local khas setempat, prosedur keselamatan bagi peserta Tur, serta etika berwisata di kawasan karst untuk menjaga kelestarian lingkungan.
Pendekatan penyusunan dilakukan secara partisipatif, memastikan bahwa isi booklet tidak hanya akurat secara akademis, tetapi juga mencerminkan pengalaman, kearifan lokal, dan praktik lapangan para pelaku wisata desa.
Ketua Tim TERA UNY dari Program Studi Pendidikan IPS, Dr. Anik Widiastuti, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penguatan kapasitas masyarakat dalam mengelola potensi lokal secara mandiri.
“Workshop ini kami rancang untuk membantu masyarakat desa memiliki paket wisata yang tertata, materi promosi yang kuat, dan panduan operasional yang jelas sehingga Tur de Ngalas dapat berkembang sebagai wisata edukatif yang aman, berkualitas, dan berkelanjutan,” ujarnya.


Beliau juga menambahkan bahwa pendampingan ini penting untuk memastikan bahwa masyarakat lokal menjadi aktor utama dalam pengelolaan wisata.
“Kami ingin masyarakat Petir tidak hanya menjadi penyedia jasa wisata, tetapi juga menjadi pengelola yang memahami nilai lingkungan, dapat memandu pengunjung dengan baik, dan mampu menjaga kelestarian kawasan karst sebagai sumber hidup mereka,” imbuhnya. Sebagai bagian dari keberlanjutan program, Tim TERA UNY berkomitmen mendampingi masyarakat dalam integrasi Tur de Ngalas sebagai laboratorium lapangan mahasiswa UNY dan pengembangan modul edukasi konservasi berbasis kegiatan masyarakat


Langkah-langkah ini diharapkan dapat menjaga keberlangsungan model wisata local Tur de Ngalas yang dapat menjadi unggulan Desa serta memperkuat posisi Desa Petir sebagai pusat pembelajaran karst yang inovatif.
Dengan terlaksananya workshop ini, Tim TERA UNY menegaskan komitmennya untuk hadir sebagai mitra strategis desa dalam pengembangan pariwisata edukatif berbasis lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Tur de Ngalas diharapkan menjadi ikon wisata karst yang tidak hanya menarik secara edukatif, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan warga dan kelestarian lingkungan.